Pohuwato,(kabarungkaptuntas.id) – Penertiban yang dilakukan oleh APH terhadap pelaku usaha PETI di wilayah Pohuwato belum memberikan efek jera.
Meski sebelumnya telah dilakukan penertiban oleh pihak yang berwenang, aktivitas penambangan di area Borose, Nanasi, dan Botudulanga tetap berlangsung.
Sementara itu Dari pantauan PW.Investigasi sebab sekitar 10 lebih alat berat masih beroperasi di borose dan nanasi, ini menunjukkan bahwa penertiban belum efektif selama ini.
Untuk lokasi botudulanga masih kami pantau hingga saat ini, sudah beraktifitas atau tidak, kalau borose dan nanasi sudah beraktifitas sekarang.
Aktivitas penambangan ilegal ini berdampak signifikan terhadap lingkungan dan masyarakat. Sehingga Banjir di Desa Hulawa beberapa waktu lalu diduga disebabkan oleh penggalian material sungai oleh eksavator secara liar.
Akibatnya, beberapa rumah warga rusak dan terancam. Masyarakat yang kena dampak mengeluhkan bahwa aliran sungai tidak lagi teratur, galian eksavator sepanjang sungai sehingga sungai tidak beraturan lagi.
“Hingga air mengalir deras dan merusak serta menerjang pemukiman kami Desa hulawa kecamatan buntulia kabupaten Pohuwato ”
“Banjir gegara PETI area borose dan nanasi serta botudulanga merusak rumah kami”
PW. Investigasi menegaskan bahwa penertiban harus lebih tegas dan berkelanjutan. Pihak berwenang sebaiknya menutup tambang di lokasi Borose, Nanasi, dan Botudulanga yang menggunakan alat berat.
Sebab Dengan penertiban yang konsisten, masyarakat Desa Hulawa dapat hidup lebih aman dan nyaman di masa depan.

















