KABARUNGKAPTUNTAS.ID – Kualitas udara di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo perlu diwaspadai. Berdasarkan pemantauan pada 9 Oktober 2026, seluruh wilayah tercatat berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Kabupaten Pohuwato mencatat indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) tertinggi, yakni 130. Disusul Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango masing-masing 117, Boalemo 114, serta Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara masing-masing 111.
Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai guna meminimalkan paparan polusi udara, termasuk asap kebakaran hutan dan lahan.
“Ketika kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran hutan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Gunakan masker yang sesuai saat beraktivitas di luar ruangan dan kurangi kegiatan yang tidak mendesak, terutama bagi kelompok rentan,” ujar Anang, Sabtu (10/10/2026).
Ia menjelaskan, asap mengandung partikel halus PM2.5 yang dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti iritasi mata, batuk, hingga sesak napas.
Menurut Anang, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit asma, paru-paru, dan jantung perlu mendapat perhatian lebih karena berisiko mengalami dampak yang lebih serius.
“Jika mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan asap, segera laporkan kepada petugas kesehatan dan datangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan. Jangan menunggu sampai kondisi memburuk,” tegasnya.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga dianjurkan membatasi aktivitas fisik di luar ruangan, menutup pintu dan jendela saat asap berada di sekitar tempat tinggal, serta mengikuti informasi kualitas udara dari sumber resmi.
Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan mengutamakan langkah pencegahan, terutama selama kualitas udara belum membaik.
















