KABARUNGKAPTUNTAS.ID – Sebanyak 10 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo mengikuti Kemah Satya Tunas di Bumi Perkemahan Bongo Hulawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari ini menjadi bagian dari program pembinaan untuk membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta mengembangkan kepribadian warga binaan.
Melalui kegiatan kepramukaan tersebut, para peserta diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan kebersamaan. Selain itu, perkemahan juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri serta melatih kemampuan bersosialisasi.
Pembina Kepramukaan Lapas Gorontalo, Irfan Hamim, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman positif kepada warga binaan, khususnya dalam membangun karakter dan jiwa kepemimpinan.
“Selama enam hari para peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang untuk melatih kemampuan bekerja sama, membangun jiwa kepemimpinan, serta menumbuhkan semangat gotong royong,” ujar Irfan.
Ia menyebut, keikutsertaan 10 warga binaan dalam Kemah Satya Tunas merupakan kesempatan berharga untuk membentuk karakter, melatih kedisiplinan, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab melalui kegiatan kepramukaan.
“Perkemahan ini bukan sekadar kegiatan di alam terbuka, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk membangun mental, memperkuat karakter, dan menumbuhkan semangat untuk terus memperbaiki diri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Gorontalo, Junaidi Rison, terus mendorong pelaksanaan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Menurutnya, partisipasi dalam Kemah Satya Tunas menjadi kesempatan bagi peserta untuk belajar melalui pengalaman langsung, memperkuat mental, serta menanamkan nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan, pembinaan di Lapas Gorontalo tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, peningkatan keterampilan sosial, serta penguatan mental.
“Saya berharap 10 warga binaan yang mengikuti perkemahan dapat menyerap nilai-nilai kepramukaan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
















