KABARUNGKAPTUNTAS.ID -Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Gorontalo memperkuat strategi pengendalian inflasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2027. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi tekanan harga pangan di tengah tantangan fenomena El Niño kategori sangat kuat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Gorontalo, Bambang Satya Permana, mengatakan penguatan sinergi antarpihak diperlukan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, terutama menghadapi potensi gangguan produksi dan pasokan pangan akibat kondisi iklim.
Berdasarkan data yang disampaikan BI Gorontalo, inflasi tahunan pada September 2026 tercatat sebesar 5,46 persen. Sementara itu, inflasi kumulatif sejak Januari hingga September 2026 mencapai 4,44 persen.
Cabai rawit menjadi salah satu komoditas penyumbang utama inflasi pada September, dengan andil sebesar 1,46 poin persentase. Kondisi tersebut menjadi perhatian TPID untuk memperkuat pemantauan harga dan ketersediaan komoditas pangan strategis.
Pengendalian inflasi akan dilakukan melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Pada aspek keterjangkauan harga, upaya yang dilakukan antara lain melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, dan bantuan pangan. Sementara untuk menjaga ketersediaan pasokan, TPID mendorong gerakan menanam atau Agro Mopomulo di halaman rumah, perluasan kerja sama antardaerah (KAD), serta dukungan sarana produksi pertanian.
Adapun kelancaran distribusi diperkuat melalui fasilitasi pengiriman pangan dari daerah surplus ke wilayah yang membutuhkan. Dari sisi komunikasi, TPID akan meningkatkan koordinasi, menggelar pertemuan tingkat pimpinan atau High Level Meeting (HLM) menjelang HBKN, serta melakukan pemantauan harga dan inspeksi pasar.
Edukasi kepada masyarakat mengenai belanja bijak dan diversifikasi pangan juga menjadi bagian dari strategi tersebut.
Penguatan langkah pengendalian inflasi ini turut dibahas dalam forum Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) pada 23 Oktober 2026 di Makassar. Forum tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan kepala daerah dari kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Pertemuan itu memperkuat koordinasi dalam menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan konektivitas distribusi, serta memperkuat ketahanan pangan di kawasan Indonesia Timur.
Sebelumnya, TPID Gorontalo juga memperoleh pengakuan sebagai TPID Berkinerja Terbaik pada TPID Awards 2026. Capaian tersebut menjadi modal untuk memperkuat koordinasi pengendalian inflasi di tengah tantangan iklim dan dinamika pasokan pangan.
Menjelang Nataru dan HBKN 2027, antisipasi difokuskan pada kecukupan stok komoditas strategis, perkembangan harga, dan kelancaran distribusi. Langkah tersebut juga dipersiapkan untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2027.
Masyarakat diimbau berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan serta memanfaatkan alternatif pangan yang tersedia. Pedagang dan distributor juga diharapkan menjaga kewajaran harga agar stabilitas harga dan daya beli masyarakat Gorontalo tetap terjaga.
















