KABARUNGKAPTUNTAS.ID – Aliansi Merah Maron mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menyiapkan aksi demonstrasi jilid III pada Rabu (28/10/2026). Aksi ini digelar karena mahasiswa menilai tuntutan yang disuarakan dalam dua demonstrasi sebelumnya belum mendapat respons memadai dari pemerintah dan pemangku kebijakan.
Keputusan menggelar aksi lanjutan tersebut diambil dalam konsolidasi Aliansi Merah Maron pada Selasa (27/10/2026) malam. Demonstrasi dijadwalkan berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Gorontalo, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Moderator aksi, Iki Datuage, mengatakan mahasiswa kembali turun ke jalan untuk mendesak penyelesaian berbagai persoalan daerah yang dinilai belum ditindaklanjuti secara serius.
“Mulai dari jilid I sampai jilid II, hal tersebut cenderung tidak diindahkan oleh pemerintah daerah dan beberapa perangkat negara,” ujar Iki.
Ini 10 Tuntutan Mahasiswa UNG
Dalam aksi jilid III, Aliansi Merah Maron membawa 10 tuntutan utama yang mencakup persoalan energi, penegakan hukum, hingga evaluasi kinerja aparat.
Berikut 10 tuntutan mahasiswa:
- Menyelesaikan persoalan kelangkaan dan distribusi BBM di Gorontalo.
- Mengusut dugaan penimbunan BBM serta membuka hasil penanganannya kepada publik.
- Menata penjualan BBM eceran melalui regulasi yang jelas.
- Mendorong transparansi penanganan dugaan kasus korupsi.
- Menuntaskan kasus kekerasan seksual dan pembunuhan di Kabupaten Gorontalo Utara.
- Memberikan kepastian hukum atas kasus pembunuhan di Kecamatan Gentuma Raya.
- Mengevaluasi dugaan tindakan represif aparat terhadap mahasiswa saat demonstrasi sebelumnya.
- Menindak aktivitas pertambangan ilegal, termasuk persoalan keselamatan dan korban.
- Mendorong penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional.
- Meminta DPRD Provinsi Gorontalo memfasilitasi Sidang Rakyat bersama empat unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Selain persoalan tersebut, Iki juga menyoroti dugaan pemukulan dan pencekikan terhadap mahasiswa dalam aksi sebelumnya. Dugaan tindakan tersebut turut menjadi salah satu alasan mahasiswa kembali menggelar demonstrasi.
Targetkan Lebih dari 2.000 Massa
Berdasarkan hasil konsolidasi pada Selasa malam, sekitar 200 hingga 300 mahasiswa mengikuti pertemuan persiapan aksi.
Sementara itu, jumlah massa yang diperkirakan turun dalam demonstrasi jilid III pada Rabu berpotensi melampaui 2.000 orang.
Mahasiswa berharap DPRD Provinsi Gorontalo dapat menghadirkan para pemangku kebijakan dalam Sidang Rakyat agar berbagai tuntutan yang disampaikan memperoleh jawaban secara langsung.
Melalui aksi jilid III ini, Aliansi Merah Maron mendesak pemerintah dan aparat terkait mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan yang menjadi tuntutan mahasiswa, bukan sekadar menerima aspirasi tanpa tindak lanjut.

















