KABARUNGKAPTUNTAS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo berjanji meneruskan tuntutan Aliansi Mahasiswa Merah Maron Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kepada Gubernur serta mengupayakan pertemuan antara perwakilan mahasiswa dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Janji tersebut disampaikan Asisten I Pemprov Gorontalo, Risjon Sunge, saat menemui massa aksi bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).
Risjon mengatakan, tuntutan mahasiswa mencakup berbagai persoalan, mulai dari legislatif, eksekutif, pertambangan, hingga isu nasional, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Apa yang menjadi tuntutan teman-teman sekalian, mulai dari persoalan di legislatif, eksekutif, persoalan tambang dan lain sebagainya, termasuk persoalan nasional, sudah dilaporkan ke saya,” kata Risjon.
Ia menjelaskan, seluruh aspirasi tersebut akan disampaikan kepada Gubernur setelah kembali dari Manado. Pemprov Gorontalo juga akan berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk mengatur pertemuan bersama perwakilan mahasiswa.
Menurut Risjon, kritik dan aspirasi mahasiswa merupakan bagian penting dari kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah. Karena itu, tuntutan yang disampaikan perlu mendapat perhatian dan ditindaklanjuti bersama.
“Jadi, apa yang menjadi tuntutan ini wajib hukumnya untuk kita selesaikan bersama,” tegasnya.
Bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, Risjon berharap mahasiswa terus berperan aktif dalam mengawal kebijakan pemerintah serta mendorong perbaikan di daerah.
Meski demikian, tindak lanjut atas berbagai tuntutan Aliansi Mahasiswa Merah Maron UNG tersebut masih menunggu pembahasan dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.
















